Museum ini merupakan museum kebanggaan warga Bandung, karena museum ini sangat bersejerah tak hanya di Indonesia melainkan sampai dunia Internasional. Ini di karenakan beberapa peristiwa-peristiwa besar dan penting di adakan di museum ini seperti konferensi Asia Afrika, konferensi islam Asia Afrika dan Konferensi mahasiswa Asia Afrika.
Museum ini menyimpan berbagai benda-benda bersejarah sampai berkas-berkas serta beberapa patung tokoh-tokoh yang hadir dalam Konferensi Asia Afrika.
Museum ini terletak di Jalan Asia Afrika no 65 Kecamatan Sumur bandung.
1. Latar Belakang Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA diawali dengan Konferensi Kolombo di Sri Lanka yang diprakarsai oleh Sir John Kotelawala. Berikut ini beberapa latar belakang dan dasar pertimbangan terselenggaranya KAA.
a. Perubahan politik pada tahun 1950-an yaitu berakhirnya Perang Korea (1953). Akibat Perang Korea, semenanjung terbagi menjadi dua negara yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Peristiwa ini semakin menambah ketegangan dunia.
b. PBB sudah ada forum konsultasi dan dialog antarnegara yang baru merdeka, tetapi di luar PBB belum ada forum yang menjembatani dialog antarnegara tersebut.
c. Persamaan nasib bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, terutama pernah mengalami penjajahan.
d. Persamaan masalah sebagai negara yang masih terbelakang dan berkembang.
e. Ingin menggalang kekuatan negara-negara Asia Afrika agar mendukung perjuangan merebut Irian Barat.
f. Memiliki kedekatan yang kuat karena dihubungkan oleh faktor keturunan, agama, dan latar belakang sejarah.
g. Berdasarkan letak geografisnya, letak negara-negara Asia dan Afrika saling berdekatan.
Konferensi Asia Afrika dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 - 24 April 1955. Pelaksanaan KAA dibuka oleh Presiden Soekarno. Penyelenggaraan KAA mempunyai tujuan berikut.
a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antarbangsa Asia Afrika meningkatkan persahabatan.
b. Membicarakan dan mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
c. Memerhatikan masalah khusus terkait dengan kedaulatan, kolonialisme, dan imperialisme.
d. Memerhatikan posisi dan partisipasi Asia Afrika dan bangsa-bangsa dalam dunia internasional.
Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 29 negara termasuk 5 negara pengundang. Ke-24 negara yang diundang adalah 18 negara Asia dan 6 negara Afrika. Negara-negara Asia yang hadir yaitu Filipina, Thailand, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Laos, Turki, Jepang, Yordania, Kamboja, Nepal, Lebanon, RRC, Afghanistan, Iran, Irak, Syria, Saudi Arabia, dan Yaman. Sedang 6 negara Afrika yang hadir adalah Mesir, Sudan, Ethiopia, Libya, Liberia, dan Ghana. Rhodesia (Afrika Tengah) pada awalnya diundang, namun karena sedang ada kemelut politik dalam negeri maka tidak bisa hadir. Dari negara-negara yang diundang tersebut muncul tiga golongan berikut.
a. Golongan prokomunis, yaitu RRC dan Vietnam Utara.
b. Golongan pro-Barat, yaitu Filipina, Thailand, Pakistan, Irak, dan Turki.
c. Golongan netral, yaitu India, Birma, Sri Lanka, dan Indonesia.
Hasil dan keputusan yang dicapai dalam KAA, antara lain kerja sama bidang ekonomi, kebudayaan, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, serta memajukan perdamaian dunia. Hasil KAA yang paling mendasar adalah Dasasila Bandung.
Melalui Dasasila Bandung juga diperjuangkan perdamaian dunia dengan meredakan ketegangan internasional akibat Perang Dingin. Hasil dari KAA ini akan mengilhami lahirnya Gerakan Nonblok, Indonesia merupakan salah satu pelopornya.
3. Peran Indonesia dalam KAA
Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional.
4. Arti Penting KAA
KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika. Semangat KAA untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat diredam. Bagi Indonesia, KAA memberikan dua keuntungan. Pertama pemerintah Indonesia berhasil mencapai kesepakatan mengenai masalah RRC dwikewarganegaraan. Usai konferensi, mereka yang memiliki dwikewarganegaraan diharuskan memilih menjadi warga negara Indonesia atau warga negara RRC. Kedua, RI mendapat dukungan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat. Berikut ini makna dan arti penting terselenggaranya KAA.
a. Merupakan pendorong kemerdekaan bangsa-bangsa Asia – Afrika untuk lepas dari cengkeraman imperialisme dan kolonialisme Barat.
b. Menjadi pendorong lahirnya Gerakan Nonblok.
c. Merupakan pencetus semangat solidaritas dan kebangkitan negara Asia Afrika dalam menggalang persatuan.
d. Memberikan harapan baru bagi bangsa-bangsa yang sudah maupun belum merdeka.
e. Mulai diikutinya politik luar negeri bebas dan aktif yang dijalankan oleh Indonesia, India, Myanmar, dan Sri Lanka.
f. Kembali bangkit dan sadarnya bangsa-bangsa Asia dan Afrika akan potensi yang dimiliki.
g. Diakuinya nilai-nilai Dasasila Bandung oleh negara-negara maju karena terbukti memiliki kemampuan dalam meredakan ketegangan dunia.
h. Mulai dihapuskannya praktik-praktik politik diskriminasi ras oleh negara-negara maju.
Museum ini menyimpan berbagai benda-benda bersejarah sampai berkas-berkas serta beberapa patung tokoh-tokoh yang hadir dalam Konferensi Asia Afrika.
Museum ini terletak di Jalan Asia Afrika no 65 Kecamatan Sumur bandung.
1. Latar Belakang Konferensi Asia Afrika (KAA)
KAA diawali dengan Konferensi Kolombo di Sri Lanka yang diprakarsai oleh Sir John Kotelawala. Berikut ini beberapa latar belakang dan dasar pertimbangan terselenggaranya KAA.
a. Perubahan politik pada tahun 1950-an yaitu berakhirnya Perang Korea (1953). Akibat Perang Korea, semenanjung terbagi menjadi dua negara yaitu Korea Utara dan Korea Selatan. Peristiwa ini semakin menambah ketegangan dunia.
b. PBB sudah ada forum konsultasi dan dialog antarnegara yang baru merdeka, tetapi di luar PBB belum ada forum yang menjembatani dialog antarnegara tersebut.
c. Persamaan nasib bangsa-bangsa di Asia dan Afrika, terutama pernah mengalami penjajahan.
d. Persamaan masalah sebagai negara yang masih terbelakang dan berkembang.
e. Ingin menggalang kekuatan negara-negara Asia Afrika agar mendukung perjuangan merebut Irian Barat.
f. Memiliki kedekatan yang kuat karena dihubungkan oleh faktor keturunan, agama, dan latar belakang sejarah.
g. Berdasarkan letak geografisnya, letak negara-negara Asia dan Afrika saling berdekatan.
Konferensi Asia Afrika dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18 - 24 April 1955. Pelaksanaan KAA dibuka oleh Presiden Soekarno. Penyelenggaraan KAA mempunyai tujuan berikut.
a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antarbangsa Asia Afrika meningkatkan persahabatan.
b. Membicarakan dan mengatasi masalah-masalah sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
c. Memerhatikan masalah khusus terkait dengan kedaulatan, kolonialisme, dan imperialisme.
d. Memerhatikan posisi dan partisipasi Asia Afrika dan bangsa-bangsa dalam dunia internasional.
Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 29 negara termasuk 5 negara pengundang. Ke-24 negara yang diundang adalah 18 negara Asia dan 6 negara Afrika. Negara-negara Asia yang hadir yaitu Filipina, Thailand, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Laos, Turki, Jepang, Yordania, Kamboja, Nepal, Lebanon, RRC, Afghanistan, Iran, Irak, Syria, Saudi Arabia, dan Yaman. Sedang 6 negara Afrika yang hadir adalah Mesir, Sudan, Ethiopia, Libya, Liberia, dan Ghana. Rhodesia (Afrika Tengah) pada awalnya diundang, namun karena sedang ada kemelut politik dalam negeri maka tidak bisa hadir. Dari negara-negara yang diundang tersebut muncul tiga golongan berikut.
a. Golongan prokomunis, yaitu RRC dan Vietnam Utara.
b. Golongan pro-Barat, yaitu Filipina, Thailand, Pakistan, Irak, dan Turki.
c. Golongan netral, yaitu India, Birma, Sri Lanka, dan Indonesia.
Hasil dan keputusan yang dicapai dalam KAA, antara lain kerja sama bidang ekonomi, kebudayaan, hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri, serta memajukan perdamaian dunia. Hasil KAA yang paling mendasar adalah Dasasila Bandung.
Melalui Dasasila Bandung juga diperjuangkan perdamaian dunia dengan meredakan ketegangan internasional akibat Perang Dingin. Hasil dari KAA ini akan mengilhami lahirnya Gerakan Nonblok, Indonesia merupakan salah satu pelopornya.
3. Peran Indonesia dalam KAA
Terlaksananya KAA tidak bisa lepas dari peran Indonesia. Di samping sebagai salah satu pelopor dan pemrakarsa KAA, Indonesia menyediakan diri sebagai tempat penyelenggaraan KAA. Hal ini membuktikan prestasi Kabinet Ali Sastroamijoyo yang berhasil menyelenggarakan suatu kegiatan yang bersifat internasional.
4. Arti Penting KAA
KAA berpengaruh sangat besar dalam upaya menciptakan perdamaian dunia dan mengakhiri penjajahan di seluruh dunia secara damai, khususnya di Asia dan Afrika. Semangat KAA untuk tidak berpihak pada blok Barat maupun blok Timur telah mendorong lahirnya Gerakan Nonblok. Dengan demikian ketegangan dunia dapat diredam. Bagi Indonesia, KAA memberikan dua keuntungan. Pertama pemerintah Indonesia berhasil mencapai kesepakatan mengenai masalah RRC dwikewarganegaraan. Usai konferensi, mereka yang memiliki dwikewarganegaraan diharuskan memilih menjadi warga negara Indonesia atau warga negara RRC. Kedua, RI mendapat dukungan dalam perjuangan pengembalian Irian Barat. Berikut ini makna dan arti penting terselenggaranya KAA.
a. Merupakan pendorong kemerdekaan bangsa-bangsa Asia – Afrika untuk lepas dari cengkeraman imperialisme dan kolonialisme Barat.
b. Menjadi pendorong lahirnya Gerakan Nonblok.
c. Merupakan pencetus semangat solidaritas dan kebangkitan negara Asia Afrika dalam menggalang persatuan.
d. Memberikan harapan baru bagi bangsa-bangsa yang sudah maupun belum merdeka.
e. Mulai diikutinya politik luar negeri bebas dan aktif yang dijalankan oleh Indonesia, India, Myanmar, dan Sri Lanka.
f. Kembali bangkit dan sadarnya bangsa-bangsa Asia dan Afrika akan potensi yang dimiliki.
g. Diakuinya nilai-nilai Dasasila Bandung oleh negara-negara maju karena terbukti memiliki kemampuan dalam meredakan ketegangan dunia.
h. Mulai dihapuskannya praktik-praktik politik diskriminasi ras oleh negara-negara maju.
Kamis, 03 Februari 2011
// //
0
komentar
//
0 komentar to "XXX 1"
Total Tayangan Halaman
Just have fun ! No COPAS. Diberdayakan oleh Blogger.
The Beatles
Pengikut
Mengenai Saya
Lencana Facebook
Blog Archive
-
▼
2011
(122)
-
▼
Februari
(29)
- ...
- Kalau bicara seni Puisi/Sajak/Sanjak di Indonesia ...
- Tugas B.IND
- <!--[if gte mso 9]> Normal 0 f...
- <!--[if !mso]> v\:* {behavior:url(#default#VML);}...
- 1. Menjelang kekalahan Jepang terhadap sekutu, pim...
- PPKI dibentuk tanggal 7 Agustus 1945 yang beranggo...
- Setelah anggota BPUPKI dilantik, kemudian mulai be...
- Pada akhir tahun 1944 kedudukan Jepang semakin ter...
- Avenged Seven Fold - Gunslinger
- SWT
- PECUNDANG
- 1. Pengertian Ringkasan : Ringkasan merupakan pen...
- Pengertian Rangkuman dan Ikhtisar Rangkuman mer...
- No 2
- No
- Penasaran
- Slogan dan Poster
- Bat Country - Avenged Seven Fold
- Perbedaan antar Slogan dan Poster
- Pemikiran Leo Tolstoy
- 84
- JAM
- ada
- XXX 1
- XXX 2
- XXX 3
- Fuck You
- Sinopsis Harry Potter and the deathly hollows
-
▼
Februari
(29)
Posting Komentar